Merawat anakan entok di minggu pertama
Minggu pertama adalah masa paling rawan. Penghangat, alas kering, dan wadah minum yang benar menentukan berapa banyak yang bertahan.
Minggu pertama menentukan hampir segalanya. Anakan entok yang baru menetas belum bisa mengatur suhu tubuhnya sendiri, dan belum punya lapisan minyak pelindung di bulunya. Dua hal itu yang harus kita gantikan.
1. Penghangat, bukan sekadar lampu
Anakan entok butuh kehangatan tetap selama hari-hari awal. Di kandang kami, lampu penghangat dinyalakan penuh pada minggu pertama, lalu dikurangi sedikit demi sedikit setiap minggu sampai anakan cukup kuat menghadapi suhu sekitar.
Yang penting bukan angka di termometer, melainkan cara anakan menyebar di bawah lampu. Perhatikan saja perilakunya:
- Bergerombol rapat tepat di bawah lampu — kedinginan, penghangat perlu didekatkan atau ditambah.
- Menjauh ke pinggir, terengah, sayap sedikit dibuka — kepanasan, lampu perlu dijauhkan.
- Menyebar merata, sebagian makan, sebagian tidur — sudah pas.
2. Alas harus kering
Alas basah adalah penyebab kematian yang paling sering, dan paling bisa dicegah. Kami memakai kandang beralas bilah bambu supaya kotoran dan tumpahan air langsung turun ke bawah, sehingga permukaan tempat anakan berdiri tetap kering.
Kalau memakai sekam, gantilah begitu terlihat lembap atau menggumpal. Jangan menunggu sampai berbau.
3. Wadah minum yang dangkal
Ini bagian yang paling sering keliru. Anakan entok belum punya minyak pelindung di bulunya — pada kondisi alami, minyak itu didapat dari tubuh induknya. Tanpa itu, bulunya mudah menyerap air.
Anakan yang basah kuyup akan kedinginan, dan anakan yang kedinginan jarang tertolong. Jadi jangan pernah memberi wadah air yang cukup dalam untuk dimasuki badannya.
Pakai wadah dangkal yang hanya cukup untuk mencelupkan paruh. Kalau wadahnya terlanjur dalam, isi dengan batu atau kelereng supaya anakan tidak bisa masuk ke dalamnya.
4. Jangan diberi kesempatan berenang dulu
Banyak yang mengira entok, karena unggas air, boleh langsung berenang. Untuk anakan yang baru menetas, justru sebaliknya. Tunggu sampai bulunya berganti dan tubuhnya cukup kuat. Sebelum itu, air hanya untuk minum.
5. Pakan hari-hari pertama
Berikan pakan butiran halus sejak anakan mulai mau mematuk, dan sediakan terus-menerus — jangan dijatah. Di umur segini anakan makan sedikit-sedikit tapi sering.
Hijauan boleh mulai diperkenalkan belakangan, bertahap, setelah anakan tumbuh lebih kuat.
6. Jangan terlalu padat
Kandang yang terlalu padat membuat anakan berebut, saling menindih, dan alas cepat basah. Beri ruang yang cukup, dan perbesar kandangnya seiring anakan bertambah besar.
Ringkasnya
Hangat, kering, dan air minum yang tidak bisa dimasuki badan. Kalau tiga hal itu terjaga, sebagian besar masalah minggu pertama tidak akan terjadi.
Ingin mulai dari bibit yang sehat?
Tanyakan ketersediaan anakan entok jumbo dan pengiriman ke kota teman-teman.