Pasir, sekam, atau tanah: memilih alas kandang entok jumbo dewasa
Seekor entok jumbo putih dewasa berdiri di kandang berdinding batako yang lantainya dilapisi pasir. Alas kandang menentukan kering tidaknya kaki entok dan mudah tidaknya kandang dibersihkan. Berikut perbandingan pasir, sekam, dan tanah untuk kandang entok dewasa.
Gambar ini diambil dari video kandang kami. Seekor entok jumbo putih dewasa berdiri di dalam kandang berdinding batako, dengan kulit merah di sekitar mata dan pangkal paruhnya. Kaki jingganya menapak di lantai yang dilapisi pasir, dan ekor entok lain terlihat di tepi kanan gambar. Di pojok belakang ada beberapa bulu putih di atas pasir.
Di video yang sama kami bertanya kepada penonton: alas kandang entok pakai apa? Pertanyaan itu sering muncul dari peternak pemula, karena alas kandang ikut menentukan kesehatan kaki entok dan beratnya pekerjaan membersihkan kandang.
Apa yang terlihat
Lapisan pasir di kandang ini tampak kering dan gembur. Permukaannya penuh bekas pijakan, tetapi tidak terlihat genangan atau bagian yang menggumpal basah. Dinding batako di belakang berdiri langsung di atas pasir, dan di kaki dinding sebelah kiri tampak celah kecil di antara batako.
Entoknya berdiri tegak dengan bulu badan yang bersih. Beberapa bulu sayapnya berwarna krem kecokelatan, lebih gelap dari bulu badannya.
Tiga alas yang sering dipakai
**Pasir**
- Cepat kering karena air mudah meresap ke bawah
- Kotoran bisa digaruk dan diayak, lalu pasir yang bersih dipakai lagi
- Tidak mudah terbang atau berdebu seperti serbuk halus
- Terasa dingin, jadi lebih cocok untuk entok dewasa daripada anakan
**Sekam**
- Ringan, hangat, dan menyerap air dengan baik
- Cocok untuk anakan dan entok muda yang masih perlu kehangatan
- Cepat lembap bila terkena tumpahan air minum, sehingga perlu sering diganti
- Mudah berterbangan dan bisa bercampur dengan pakan
**Tanah**
- Tidak perlu dibeli dan sudah ada di tempat
- Mudah menjadi becek dan licin saat hujan atau terkena air minum
- Kotoran meresap ke tanah dan lebih sulit dibersihkan
Hal yang sama untuk semua alas
- Letakkan tempat minum di bagian yang paling mudah dibersihkan, karena di situlah alas paling cepat basah
- Buang bagian alas yang basah atau menggumpal secepatnya
- Tambah alas baru bila lapisannya mulai tipis
- Pastikan air hujan tidak masuk dan menggenangi lantai kandang
- Periksa telapak kaki entok sesekali; alas yang kering membantu kaki tetap sehat
- Tutup celah di kaki dinding supaya alas tidak terbawa keluar dan hewan lain tidak masuk
Ringkasnya
- Entok jumbo dewasa pada gambar ini berdiri di kandang batako beralas pasir yang kering
- Pasir cepat kering dan bisa dipakai ulang, cocok untuk entok dewasa
- Sekam lebih hangat dan cocok untuk anakan, tetapi cepat lembap
- Tanah murah, tetapi mudah becek dan sulit dibersihkan
- Apa pun alasnya, kunci utamanya adalah menjaga lantai tetap kering
Baca Juga
Drum plastik bertutup di samping kandang entok jumbo
Sebuah drum plastik biru bertutup berdiri di tanah, menempel pada kandang berdinding kawat. Wadah bertutup rapat…
Baca →Batu pemberat di atas atap seng kandang panggung entok jumbo
Atap seng kandang panggung kayu ini ditahan beberapa bongkah batu dan bata. Cara sederhana supaya atap tidak terangkat…
Baca →Pagar bilah bambu pembatas kandang entok jumbo muda
Entok jumbo muda berkumpul di area yang dibatasi pagar bilah bambu, dengan tempat minum besar di atas palet kayu. Pagar…
Baca →Sebagian entok jumbo dikandangkan, sebagian di halaman
Entok jumbo dewasa minum di dalam kandang kawat, sementara di balik kawat terlihat entok lain di halaman. Tidak semua…
Baca →Celah lantai bilah bambu di kotak anakan entok jumbo
Anakan entok jumbo berdiri di atas lantai bilah bambu yang bercelah di antara bilahnya. Celah itu membuat kotoran jatuh…
Baca →Lampu pijar di dalam kotak kayu anakan entok jumbo
Sebuah bola lampu pijar tergantung di atas tempat pakan tabung, dekat dinding kotak tempat anakan entok jumbo…
Baca →Ingin mulai dari bibit yang sehat?
Tanyakan ketersediaan anakan entok jumbo dan pengiriman ke kota teman-teman.